Perang Harga (Price War)16 Juli 2009
Akhir-akhir ini banyak bermunculan toko online di Indonesia. Pembeli dimanjakan dengan banyaknya pilihan produk dan harga, sehingga mereka tidak perlu pergi ke toko untuk mendapatkan barang yang diinginkan. Mereka hanya perlu duduk di depan komputer, mungkin di sela waktu kerja di kantor, tinggal pilih" barang yang diinginkan. Transfer dan barang tiba di tujuan. Dengan banyaknya pangsa pasar di dunia online, banyak yang ingin mencoba menjual produk lewat online juga. Tidak perlu menyediakan toko offline, bahkan ada yang tidak perlu menggaji pegawai. Semua dikerjakan sendiri. Ada beberapa toko online yang baru bermunculan memakai strategi perang harga untuk mendapatkan pembeli. Mereka tidak mengandalkan marketing dan tidak memikirkan kepuasan konsumen (customer satisfaction). Hampir saja saya terseret dalam lingkaran perang harga seperti itu. Ada pembeli" saya yang setia, menginformasikan beberapa toko online sejenis yang membanting harga menjual produknya. Begitu mendengar kabar demikian, saya hampir saja mengikuti permainan mereka. Untungnya saya masih bisa berpikiran jernih dan tidak mau seperti itu. Karena akhirnya bisa merugikan bisnis saya dan menggerogoti bisnis saya. Saya tanya ke pembeli saya, kenapa tetap beli di saya kalau ada toko online yang lebih murah. Dia jawab, karena puas dengan pelayanan saya selama ini. Hmmmm, saya pikir untuk memenangkan persaingan ada beberapa faktor selain harga. Saya mulai menerapkan beberapa strategi, salah satunya diferensiasi produk (product differentiation). Saya buat barang baru, yang pesaing saya tidak punya. Ehhh.... tiba" pembeli saya info ke saya lagi, kalau pesaing saya mempunyai barang tersebut dan menjual jauh lebih murah dari saya. Dia informasikan barangnya persis sama. Saya heran, tidak mungkin dia bisa menjual semurah itu. Akhirnya saya dikasih lihat oleh pembeli saya produk yang dimaksud. Saya lihat memang mirip. Akhirnya saya perhatikan baik" produknya. Ternyata.... ada sedikit perbedaan" mulai kelihatan. Rupanya produk saya dijiplak. Mirip tapi beda. Bukan hanya beda di gambar, ternyata juga beda di kualitas. Dalam hal ini adalah produk wooden gift, pesaing saya kayunya lebih tipis. Saya jelaskan ke pembeli saya tersebut, dia perhatikan juga baik". Akhirnya dia tau bedanya. Dengan adanya kejadian tersebut, saya hanya berharap pembeli untuk lebih hati" menetapkan pilihan. Boleh membandingkan harga, hanya hati" jangan sampai kecewa di belakang hari. Harga ditetapkan dengan mempertimbangkan banyak faktor. Bukan hanya harga beli produk saja. Tapi ada banyak hal lain. Seperti gaji pegawai, biaya internet, biaya bensin, biaya packaging, kepuasan konsumen, dll. Dalam hal ini, saya memang sudah memakai jasa beberapa pegawai di mana hal tsb mungkin tidak dilakukan oleh online shop yang lain yang masih tidak memerlukan jasa pegawai. Jadi modal saya untuk bersaing adalah customer satisfaction dan product differentiation. Saya menerima orderan khusus dari pelanggan, design baru sehingga pelanggan juga puas. Perang harga..... bukanlah hal yang menakutkan lagi buat saya :))
|